Universitas kita masih di tahap birokratis tradisional 

Dalam kajian perkembangan organisasi, setiap institusi berkembang melalui berbagai tahap yang mencerminkan pola pikir dan sistem kerja yang mereka anut. Tidak ada organisasi yang langsung menjadi inovatif dan adaptif. Sebaliknya, mereka bergerak secara bertahap, mulai dari sistem yang menekankan kepatuhan dan ketertiban, hingga menjadi institusi yang mendorong pencapaian, kreativitas, dan kolaborasi.

Jika kita mencermati kondisi universitas saat ini, banyak indikasi yang menunjukkan bahwa kita masih berada dalam tahap birokrasi tradisional. Ini terlihat dari struktur kepemimpinan yang vertikal dan tegas, peran-peran yang ditentukan secara kaku, serta pengambilan keputusan yang lebih banyak ditentukan oleh posisi daripada prestasi. Pada tahap ini, kepemimpinan lebih berfungsi sebagai pengawas dan administrator ketimbang sebagai penggerak perubahan.

Struktur organisasi dalam tahap ini dirancang untuk menjaga stabilitas. Jabatan formal dipertahankan secara ketat, dan sistem manajemen lebih berfokus pada keteraturan dan pemenuhan prosedur. Dalam konteks tertentu, pendekatan ini memang memiliki kelebihan, ia memberikan kejelasan tanggung jawab dan memastikan konsistensi dalam pelaksanaan akademik. Namun, tantangan terbesarnya adalah risiko stagnasi. Universitas yang terlalu nyaman dengan model birokratis ini cenderung sulit beradaptasi dengan perubahan zaman dan kurang fleksibel dalam menghadapi tantangan global.

Karena itu, penting bagi kita untuk memperkuat fondasi birokratis ini bukan sebagai tempat untuk bertahan, melainkan sebagai pijakan untuk melompat ke tahap inovatif dan kolaboratif. Tahap inovatif menekankan hasil dan pencapaian, bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan. Dalam tahap ini, universitas harus mulai mendorong penelitian, publikasi, serta kebebasan akademik. Sistem kepemimpinan pun harus bergeser dari sekadar administratif menjadi lebih visioner dan berorientasi pada transformasi.

Setelah tahap inovatif mulai berjalan, universitas perlu beranjak ke tahap kolaboratif. Di sini, organisasi tidak hanya berfokus pada pencapaian individu, tetapi juga pada kerja sama, empati, dan kepercayaan. Kepemimpinan dalam tahap ini lebih bersifat fasilitatif, di mana dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan memiliki peran aktif dalam menentukan arah perkembangan kampus. Partisipasi menjadi nilai utama, bukan hanya struktur dan aturan.

Transformasi ini tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan perbaikan sistem manajemen, peningkatan kapasitas kepemimpinan, dan perubahan budaya akademik secara bertahap. Namun, dengan memperkuat birokrasi yang ada sebagai fondasi, lalu secara progresif mengadopsi pola inovatif dan kolaboratif, universitas akan mampu berkembang menjadi institusi yang tidak hanya kokoh dalam sistem, tetapi juga tajam dalam gagasan dan luas dalam dampaknya.

Sebagai ringkasan, berikut adalah tahapan perkembangan yang harus dilewati universitas agar mampu mencapai keunggulan jangka panjang:

Tahap PerkembanganStruktur OrganisasiGaya KepemimpinanCiri UtamaDampak pada Universitas
Birokratis TradisionalHierarkis, terpusat, formal, proseduralInstruktif, berbasis aturan, pengawasan ketatMenekankan kepatuhan, prosedur lebih penting dari hasilStabilitas tinggi, tetapi kurang adaptif dan lamban berinovasi
InovatifFleksibel, berbasis kinerja, terbuka untuk inovasiTransformasional, berbasis visi, mendukung eksperimenMendorong inovasi dan pencapaian berbasis kompetensiLebih kompetitif dan maju dalam riset serta publikasi
KolaboratifTerdistribusi, berbasis partisipasi, mendukung kolaborasiFasilitatif, berbasis kepercayaan, mendorong sinergiMenitikberatkan pada kolaborasi, empati, dan nilai-nilai sosialUniversitas menjadi pusat pertumbuhan intelektual dan sosial

Universitas tidak hanya membutuhkan bangunan yang megah dan regulasi yang ketat. Ia membutuhkan jiwa yang hidup, jiwa yang berani berinovasi, adaptif terhadap perubahan, dan relevan dengan tantangan zaman. Inilah saatnya kita tidak lagi sekadar menjaga sistem tetap berjalan, tetapi mulai bergerak menuju universitas yang lebih maju, dinamis, dan berdampak bagi masyarakat.