Melepaskan diri dari ide lama

Kita kerap terjebak dalam konsepsi yang telah lama kita genggam. Seperti bayangan yang tak pernah pudar, ide-ide tersebut meresap dalam setiap celah kesadaran kita, menancap dengan akar yang mendalam. Kita, sebagai manusia, seringkali lupa bahwa yang paling sulit bukanlah menciptakan pemikiran, melainkan melepaskannya.

Ketika waktu berlalu, ide tersebut menjadi bagian dari kita, seolah-olah menjadi darah yang mengalir dalam urat nadi kita. Dan ironisnya, semakin lama kita berpegang teguh pada ide tersebut, semakin sulit kita melihat realitas yang ada di depan mata. Sejelas apapun kenyataan itu, mata kita tetaplah gelap jika pikiran kita tertutup rapat.

Saya sering merenung, terutama setelah bertemu dengan mereka yang telah lama terperangkap dalam sistem yang kaku dan monoton. Mereka tenggelam dalam rutinitas, dalam pola pikir yang telah terbentuk selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Sesekali, ada percikan kesadaran, namun tak lama kemudian, kesadaran itu lenyap, tersapu oleh arus rutinitas.

Dalam diamnya waktu, sistem birokrasi kita berbisik. Yang seharusnya menjadi jembatan penghubung antara impian dan kenyataan, kini kerap menjadi dinding yang memisahkan. Ada yang melihatnya sebagai bentuk kemajuan, namun dalam renungan yang lebih dalam, ia seringkali menjadi rantai yang mengikat. Pikiran-pikiran yang telah lama bersemayam, tertanam bagai akar yang mendalam, menjadikannya sulit untuk melangkah seiring dengan detak zaman yang tak pernah berhenti bergerak.

Begitu pula dengan sistem pendidikan kita. Sebuah sistem yang seharusnya menjadi mercusuar penerang jalan, namun kini seringkali menjadi hal yang membingungkan. Kita harus berani melihat, merenung, dan bertanya: Apakah kita benar-benar melihat apa yang ada di depan mata? Ataukah kita hanya melihat bayangan dari ide-ide lama yang telah lama kita genggam?

Untuk menjadi maju dan kita perlu melepaskan diri dari ide lama. Sebagai seorang dosen, saya sadar betul ini. Saya ingin murid saya memahami bahwa untuk maju kita perlu melepaskan ide lama yang sudah usang dan tidak lagi relevan. Banyak contoh-contoh yang telah saya kemukakan mengenai hal ini dalam buku saya yang berjudul “Filsafat Sains dalam Konteks: Interpretasi Filosofis untuk Pendidikan Tinggi Indonesia.” Mohon maaf ini dalam versi bahasa Inggris.