Dalam setiap butir dan helaan

Kita, entitas yang terus menerus bergerak dalam waktu, mencari, meraba, dan terkadang tersesat dalam pencarian makna. Kita mencari Tuhan, entitas yang tak terhingga, dalam keheningan malam yang pekat, dalam doa yang kita panjatkan dengan penuh harap, dalam puasa yang kita jalani dengan penuh pengorbanan. Kita mencari-Nya dalam ritual dan tradisi, dalam kata-kata suci yang sering kita ulang-ulang seperti mantra, berharap mendapatkan jawaban atas segala tanya yang menggantung dalam jiwa.

Namun, dalam pencarian yang terus menerus dan tak berujung itu, seringkali kita lupa. Lupa bahwa Dia, yang kita cari dengan penuh kerinduan, sebenarnya selalu ada, di sini, di dalam dan di sekitar kita. Dia hadir dalam setiap butir nasi yang kita makan, memberi kita kekuatan dan energi untuk melanjutkan perjalanan. Dia ada dalam setiap tegukan air yang kita minum, menyegarkan dan memberi kehidupan pada sel-sel tubuh kita. Dia ada dalam setiap helaan nafas yang kita tarik, memberi kita kehidupan dan kesadaran.

Kita mencari makna dalam kompleksitas, dalam filosofi yang rumit dan dalam teori yang sulit dimengerti. Kita mencari kebenaran dalam kata-kata yang indah dan dalam buku-buku yang tebal. Namun, seringkali kita melupakan sederhana. Melupakan bahwa makna dan kebenaran bisa ditemukan dalam hal-hal yang paling dasar dan paling nyata dalam kehidupan kita.

Mungkin, jawaban atas segala tanya dan pencarian kita ada dalam sejumput nasi yang kita makan setiap hari. Mungkin, rahasia alam semesta ada dalam setiap tetes air yang menyegarkan kerongkongan kita. Mungkin, esensi keberadaan kita, jawaban atas siapa kita dan mengapa kita ada di dunia ini, ada dalam setiap helaan nafas yang kita tarik.

Kita, dalam kesibukan mencari dan mengejar, sering melupakan untuk berhenti sejenak, merenung, dan bersyukur atas segala yang ada di depan mata kita. Kita melupakan untuk menghargai dan meresapi keberadaan-Nya dalam setiap detail kehidupan kita. Kita melupakan bahwa, terkadang, jawaban atas segala tanya dan kerinduan ada dalam hal-hal yang paling sederhana dan paling dekat dengan kita.